Search


Click here for Myspace Layouts

Rabu, 22 Juni 2011

Di Balik Warna Biru dan Merah Muda

Pernahkah terpikir oleh Anda mengapa barang anak perempuan cenderung berwarna merah muda dan anak laki-laki cenderung berwarna biru? Ternyata ada cerita sejarah di balik dua warna tersebut.

Sebelum abad ke-19, ditentukan bahwa gender tidak menentukan warna pada pakaian anak-anak. Anak perempuan dan laki-laki berusia kurang dari enam tahun pun, hanya dapat memakai pakaian berwarna putih. Alasannya, hanya demi kepraktisan.

Seperti dilansir dari Shine, menurut Jo B. Paoletti, sejarawan dari Universitas Maryland dan penulis buku "Pink and Blue: Telling the Girls From the Boys in America", penentuan warna untuk anak laki-laki dan perempuan awalnya, tidak spesifik.

Gagasan bahwa warna dapat membentuk kepribadian anak sesuai dengan gender muncul tepatnya sebelum Perang Dunia I. Pada artikel Ladies Home Journal yang terbit pada Juni 1918, warna merah muda dianggap sebagai warna yang lebih kuat dibanding biru.

Jumat, 15 April 2011

Komunikasi Semut Seperti Facebook

Sekelompok peneliti dari Stanford University berkesimpulan bahwa cara semut bersosialisasi dengan rekan-rekannya mirip dengan orang bersosialisasi melalui jejaring sosial Facebook.
Saat tim yang dikepalai oleh Noa Pinter-Wollman meneliti interaksi antara semut merah (Pogonomyrmex barbatus) yang berada di daerah gurun Amerika Barat Daya, para peneliti menemukan cara berkomunikasi yang unik antara sesama mereka.
Seperti dilansir dari situs Physorg, setiap semut menggunakan sistem sinyal kimiawi untuk berkomunikasi. Molekul-molekul kimia itu dikeluarkan melalui exoskeleton (bagian tubuh keras terluar) mereka dan ditransfer kepada semut-semut sesama koloni, ketika antena mereka menyentuh atau menggosok satu sama lain.
Dengan cara ini, mereka bisa saling berkomunikasi untuk mengetahui dari mana semut-semut itu sebelum bertemu, apa ada sumber makanan yang mereka temukan, atau bahkan adakah predator yang mengancam wilayah itu.