Pernahkah terpikir oleh Anda mengapa barang anak perempuan cenderung berwarna merah muda dan anak laki-laki cenderung berwarna biru? Ternyata ada cerita sejarah di balik dua warna tersebut.
Sebelum abad ke-19, ditentukan bahwa gender tidak menentukan warna pada pakaian anak-anak. Anak perempuan dan laki-laki berusia kurang dari enam tahun pun, hanya dapat memakai pakaian berwarna putih. Alasannya, hanya demi kepraktisan.
Seperti dilansir dari Shine, menurut Jo B. Paoletti, sejarawan dari Universitas Maryland dan penulis buku "Pink and Blue: Telling the Girls From the Boys in America", penentuan warna untuk anak laki-laki dan perempuan awalnya, tidak spesifik.
Gagasan bahwa warna dapat membentuk kepribadian anak sesuai dengan gender muncul tepatnya sebelum Perang Dunia I. Pada artikel Ladies Home Journal yang terbit pada Juni 1918, warna merah muda dianggap sebagai warna yang lebih kuat dibanding biru.
Sebelum abad ke-19, ditentukan bahwa gender tidak menentukan warna pada pakaian anak-anak. Anak perempuan dan laki-laki berusia kurang dari enam tahun pun, hanya dapat memakai pakaian berwarna putih. Alasannya, hanya demi kepraktisan.
Seperti dilansir dari Shine, menurut Jo B. Paoletti, sejarawan dari Universitas Maryland dan penulis buku "Pink and Blue: Telling the Girls From the Boys in America", penentuan warna untuk anak laki-laki dan perempuan awalnya, tidak spesifik.
Gagasan bahwa warna dapat membentuk kepribadian anak sesuai dengan gender muncul tepatnya sebelum Perang Dunia I. Pada artikel Ladies Home Journal yang terbit pada Juni 1918, warna merah muda dianggap sebagai warna yang lebih kuat dibanding biru.



